Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 23 Agustus 2010

Nasib Pedagang Tambahrejo Membayangi Pedagang Pasar Turi


Nasib buruk yang menimpa para pedagang Pasar Tambahrejo, yang dibangun kembali karena kebakaran, kini membayang-membayangi para pedagang Pasar Turi. Tak heran jika mereka seolah menunjukan sikap bingung dan terombang-ambing menghadapi rencana pembangunan kembali pasar legendaris yang hancur karena kebakaran.  Mereka tampaknya khawatir kalau menerima pembangunan kembali  akan bernasib seperti pedagang Pasar Tambahrejo, tapi kalau tak dibangun mereka selamanya akan berdagang di atas puing-puing stannya yang hangus terbakar.

Nasib pedagang pasar Tambahrejo yang mengenaskan seharusnya memang dijadikan bahan kajian untuk pembangunan kembali Pasar Turi. Saat ini nasib para pedagang Tambahrejo, khususnya yang berada di luar stan bahan kebutuhan pokok, seperti stan tas, sepatu, pakaian, mainan anak-anak dan sebagainya memang sangat menyedihkan. Meski bulan ramadhan sudah menginjak hari ke-11, toko mereka masih saja sepi. "Dibanding tahun lalu penjualan jauh menurun. Apalagi sekarang Departemen Storenya sudah nggak ada lagi, " ujar pedagang sandal di lantai 1 Pasar Tambahrejo kepada Surabaya Raya Sabtu (21 Agustus 2010).

Di lantai ini, pengunjung bukan hanya sepi tapi stan yang buka sudah jauh berkurang dibandingkan setahun yang lalu ketika masih ada Departemen Store dan Supermarket. Mereka ramai-ramai tutup karena sepinya pengunjung dan barang dagangan mereka tidak laku. Di lantai 2 lebih mengerikan lagi. Kalau pada bulan ramadhan tahun lalu masih ada beberapa stan yang buka, sekarang ini semuanya sudah tutup.

Celakanya kini mereka menghadapi ancaman perampasan stan dari PD Pasar Surya. Mereka yang tidak membuka stannya sampai batas yang dtentukan maka PD Pasar Surya akan mencabut izin pemakaian stan. Padahal semuanya sudah tahu, Pasar Tambahrejo kini sudah tak menguntungkan sebagai tempat berdagang. Selain itu mereka mendapatkan stan tidak gratis tapi membeli dengan kontan atau mencicil. Namun memang  status stan yang mereka dapat sangat rapuh karena adanya klausal kalau dalam batas waktu tertentu stan tidak dimanfaatkan maka suratnya bisa dicabut

Suramnya nasib Pasar Tambahrejo dan Kaza tak terlepas dari faktor banyak bermunculannya plaza, mal, pusat perbelanjaan, dan ruko-ruko baru yang menawarkan jenis dagangan yang sama dengan yang ada di pasar. Belum lagi saingan dari toko-toko yang ada di sepanjang jalan besar. Dengan kata lain saat ini sudah terjadi oversupply ruang toko. Dalam kondisi semacam ini, jika ada pasar kebakaran, maka para pelanggan tak sulit menemukan pengganti dan pastilah sulit bagi mereka kembali belanja ke tempat lama.
Situasi yang semacam inilah yang seharusnya dicermati dalam menghadapi kasus pembangunan kembali Pasar Turi. Setelah dibangun, para pedagang yang hartanya sudah terkuras akibat kebakaran harus membeli stan dengan harga yang tinggi. Setelah itu ketika digunakan untuk berdagang belum tentu laku. Kalau itu terjadi berarti mereka harus siap stannya disita oleh bank, bagi yang belum melunasi. Bahkan bagi mereka yang sudah membayar lunas, kalau mereka menutup tokonya akan menghadapi resiko disita PD Pasar Surya.
Dalam kondisi semacam ini, tak mengherankan kalau pedagang Pasar Turi enggan menempati sekitar 1400 Tempat Penampungan Sementara yang dibangun PT Gala Mega Invesment selaku investor pembangunan kembali Pasar Turi. Padahal menurut Asisten II Sekkota Muhlas Udin pembangunan TPS sesuai dengan permintaan pedagang.

Tidak ada komentar: