Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Minggu, 01 Agustus 2010

Jembatan  Suramadu
Sejak dibangun dua tahun yang lalu, kini Jembatan Suramadu telah menjadi salah satu ikon Surabaya. Siapapun orang Indonesia yang berkunjung ke Surabaya tampaknya tidak lengkap, kalau belum menyeberangi Jembatan Suramadu.

Jembatan Suramadu tidak hanya menjadi kebanggaan warga kota, tapi sekaligus merupakan sarana pengembangan kota dan daerah sekitarnya. Dengan adanya jembatan yang diikuti pembangunan kawasan Madura diharapkan pertumbuhan ekonomi Surabaya dan Madura menjadi lebih cepat.

Jembatan sepanjang sepanjang 5.438 m, merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Jembatan terpanjang di Asia Tenggara sekarang ini adalah Bang Na Expressway di Thailand (54 km). Di sisi Surabaya, ujung Jembatan Suramadu berlokasi di Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran dan pada sisi Madura terletak di desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, kabupaten Bangkalan.

Di sisi Surabaya, ujung jembatan terletak pada daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 0-3 meter di atas permukaan laut dan kemiringan 0-2%, dan kondisi lahan pasang surut. Di sisi Madura, ujung jembatan berada pada daerah perbukitan dengan ketinggian 2-17 meter di atas permukaan laut yang merupakan perbukitan dengan kemiringan 2-15%.

Jembatan Suramadu pembangunannya diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini diperkirakan menelan beaya sebesar 4,5 triliun rupiah.

 

Konstruksi

Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). Jalan layang atau Causeway dibangun untuk menghubungkan konstruksi jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua sisi. Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada sisi Surabaya dan 45 bentang sepanjang 1.818 meter pada sisi Madura.
Jalan layang ini menggunakan konstruksi penyangga PCI dengan panjang 40 meter tiap bentang yang disangga pondasi pipa baja berdiameter 60 cm.

Jembatan penghubung atau approach bridge menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan terdiri dari dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter.
Jembatan ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang 80 meter tiap bentang dengan 7 bentang tiap sisi yang ditopang pondasi penopang berdiameter 180 cm.

Jembatan utama atau main bridge terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter dan satu bentang utama sepanjang 434 meter. Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter.

Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut. Pada bagian inilah yang menyebabkan pembangunannya menjadi sulit dan terhambat, dan juga menyebabkan biaya pembangunannya membengkak.

Jembatan Suramadu sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi Jawa Timur tahun 1997/1998-011/2012 akan diintegrasikan dengan rencana Jalan Lingkar Luar Timur Surabaya dan rencana jalan tol Aloha-Wonokromo -Tanjung Perak, serta jalan tol lainnya di Surabaya.

Selain itu di daerah sekitar kaki Jembatan Suramadu baik di sisi Surabaya maupun Madura akan dibangun kawasan industri, perumahan, pusat perdagangan, dan wisata. Kini Jembatan Suramadu tengah menanti sang investor yang berminat membangun berbagai fasilitas sesuai impian warga kota..

Tidak ada komentar: