Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 18 Juli 2011

Sejarah Stadion Gelora Bung Tomo

Surabaya kini memiliki stadion yang megah, Stadion Gelora Bung Tomo, yang berlokasi di Benowo Surabaya Barat. Stadion yang sudah direncanakan sejak tahun 1990-an itu diresmikan pada Jumat, 6 Agustus 2010 oleh Walikota Surabaya, Bambang DH. Pada tahap awal stadion Gelora Bung Tomo dibangun di atas lahan seluas 20 ha. Namun untuk pengembangan, stadion ini telah diplot menempati areal seluas 100 ha.



Untuk tahap pertama, yang telah selesai dibangun terdiri dari tiga bangunan utama. Rinciannya bangunan Stadion Bung Tomo yang berkapasitas 55.000 orang menghabiskan anggaran Rp 440 milyar, Stadion Indoor berkapasitas 10 ribu orang dengan anggaran pembangunan Rp 63 milyar dan masjid berkapasitas 800 orang  dibangun dengan biaya Rp 3 milyar. Menurut rencana Stadion Bung Tomo baru selesai secara total pada tahun 2020.

Pembangunan stadion yang kala itu disebut Surabaya Sport Center (SSC) sebenarnya sudah digagas sejak Walikota Poernomo Kasidi. Namun dalam perjalanannya sarat kontroversi. Bahkan sejumlah pejabat sempat diperiksa Bakorstansda. Kini, saat Pemkot Surabaya dipimpin Bambang DH, rencana spektakuler ini mulai terwujud tanpa banyak gejolak.

Stadion Bung Tomo dirancang menjadi stadion bertaraf internasional. Karena itu sejumlah material pendukungpun  didatangkan langsung dari luar negeri. “Kami sengaja mendatangkan rumput bola dari Kanada dan kami kembangkan di Pasuruan untuk Gelora Bung Tomo,” tandas Siti Utari, Dirut PT Sekar Asri Mandiri yang dipercaya sebagai Sub Kontraktor oleh PT Adirecon selaku pemenang tender. Tri yulianto

Hadir pada malam peresmian yakni Hajjah SOELISTINA SUTOMO istri almarhum Bung TOMO, anggota DPRD Surabaya, perwakilan LSM dan tokoh masyarakat. Peresmian itu dilakukan dengan menandatangani prasasti atas nama BAMBANG DH dan BAMBANG SULISTOMO. Para undangan yang hadir mencapai 50.000 orang.

Dalam sambutannya, Walikota Surabaya berharap kehadiran Stadion Bung Tomo ini akan jadi ikon baru Surabaya. Stadion ini diharapkan tidak saja jadi sarana meningkatkan prestasi olahraga di Surabaya tapi juga mampu mendorong pembinaan olahraga.

Menurut Bambang, saat ini keberadaan Stadion Bung Tomo masih terkendala dengan akses jalan. Pasalnya, Pemkot Surabaya harus membebaskan sebagian lahan milik warga sekitar serta anggaran dari pusat.

BAMBANG menjelaskan sebenarnya untuk akses jalan menuju stadion  bagian dari program pusat. Untuk itu, Pemkot Surabaya akan memintakan dana dari pusat untuk pembangunan kontruksi jalan.

”Kita sudah ada pembicaraan dengan pusat, kalau memang Pemkot bisa sediakan tanahnya, mereka akan bantu biaya pembangunan kontruksi jalan. Nah, untuk lahan milik 3 pengembang di Surabaya Barat, kita sudah bicarakan dan mereka mau berikan lahannya tanpa kompensasi. Hanya saja yang perlu dibahas adalah mekanisme penyerahan lahannya dalam bentuk hibah karena ini diluar 40% fasum dan fasos yang biasanya diserahkan pengembang ke pemerintah daerah,”paparnya.

BAMBANG mengungkapkan untuk akses SSC kelak lahan sudah tersedia, akan dibangun jalan selebar 60 meter dari Gresik ke selatan Driyorejo menyambung ke pintu tol Romokalisari. Warga kota baik dari Surabaya maupun Gresik bisa memanfaatkan akses ini jika menuju SSC.

Peresmian Stadion Bung Tomo yang ditarget dihadiri 50 ribu orang berjalan molor. Pasalnya, terjadi kemacetan sempatnya jalan menuju stadion yang lebarnya hanya 3 meter saja. Akibatnya banyak undangan yang datang terlambat ke stadion. Meski demikian, beragam atraksi yang disiapkan bisa menghibur undangan.

Tidak ada komentar: