Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Kamis, 15 Juli 2010

Warga Stren Kali Protes Harga Sewa Rusun


Sekitar 300 warga stren kali di Surabaya melakukan unjuk rasa menolak pembangunan rusun Gunungsari Rabu (14/7/2010).. Mereka khawatir pembangunan rusun itu akan membuat rumah mereka yang ada di kawasan stren kali segera digusur. Mereka keberatan ditampung di rusun karena sewanya yang terlalu mahal.

Mereka melakukan unjuk rasa dengan mendatangi lokasi pembangunan rusun dan menuntut pembangunan segera dihentikan. Mereka pun mencoba merusak pagar proyek dan menyandera peralatan yang ada. Melihat jumlah massa yang cukup banyak, puluhan pekerja kontraktor yang selama ini mengerjakan pembangunan Rusun Gunungsari akhirnya menghentikan aktivitas.

Seperti yang diungkapkan seorang ibu warga stren kali kepada  Trans TV, harga sewa rusun yang mencapai Rp 250.000/bulan bagi warga  terlalu mahal. Sebab banyak warga stren kali yang hanya bekerja sebagai pemulung dengan pendapatan yang pas-pasan. 

Para pengunjuk rasa yang berasal dari kawasan Semampir, Kebraon, hingga Karangpilang itu juga menuntut agar rumah mereka tidak digusur. “Kami minta gubernur (Jatim Soekarwo) turun, dan menyelesaikan permasalahan ini,” tuntut Warsito.

Mendengar tuntutan warga stren yang meminta menghentikan pembangunan rusun, Kabid Perumahan Dinas Cipta Karya Pemprov Jatim, Ardinursanto secara tegas menolak permintaan warga.
“Rusun ini dibangun bukan untuk warga stren kali, melainkan untuk warga yang belum memiliki tempat tinggal. Kalau warga stren kali tidak mau, silahkan,” kata Ardinursanto seperti diberitakan Surya.

Pernyataan Ardinursanto tersebut memantik reaksi warga setren. Ratusan warga yang berunjuk rasa langsung mencaci maki Ardinursanto. Melihat hal itu, salah satu staf dari Dinas Cipta Karya Pemprov Jatim M. Sholeh langsung melerai. “Kami siap memediasi antara warga dengan Pemprov. Dan untuk sementara pembangunan rusun kita hentikan sampai ada keputusan nanti,” ujar M. Sholeh.

Mendengar pernyataan tersebut, ratusan warga satu persatu langsung bersedia meninggalkan lokasi pembangunan. Sehingga lalu lintas di kawasan Gunungsari yang dijaga puluhan aparat kepolisian berangsung-angsur normal.

Dalam beberapa tahun mendatang masalah warga stren kali ini memang masih akan terus terjadi. Bagaimanapun juga mereka harus dipindahkan karena keberadaan mereka di kawasan stren kali bisa merugikan kepentingan kota secara keseluruhan. Pemukiman di stren kali bisa menimbulkan masalah banjir dan semakin menipisnya lahan terbuka.

Selain itu  pemukiman di stren kali  juga jelas merupakan pelanggaran hukum dan  prinsip keadilan. Di satu sisi banyak warga yang harus banting tulang untuk mendapatkan tempat tinggal yang sederhana di sisi lain ada sejumlah warga yang dengan mudahnya mendapatkan tempat tinggal dengan menguasai daerah terlarang.

Hanya saja bagi kalangan yang secara ekonomi masuk kelompok bawah ini harus ada solusi yang bisa mereka tanggung. Seperti tersedianya tempat tinggal yang harga sewanya terjangkau.

Foto: www.skyscrapercity.com

Tidak ada komentar: