Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 30 Juli 2010

Pengawasan Kendur, Hati-Hati Parkir di Lahan Pemerintah

Meskipun MA telah memutuskan pengelola parkir harus mengganti kendaraan yang hilang saat diparkir, namun para pemilik kendaraan wajib berhati-hati. Sikap ekstra hati-hati ini perlu diterapkan khususnya kalau mau parkir di lahan-lahan yang masuk di bawah kewenangan Pemkot. Pasalnya, sudah lama pengawasan terhadap lahan parkir sangat lemah sehingga banyak beredar karcis parkir yang digunakan secara berulang-ulang. Tentu saja karcis semacam ini bisa diragukan keabsahannya kalau mau digunakan untuk mengklaim ganti rugi kehilangan.


Karcis yang digunakan secara berulang-ulang ini banyak ditemukan di pasar-pasar milik Pemkot Surabaya. Juga banyak ditemukan pada lahan-lahan parkir di tepi jalan umum yang dikuasai para jukir liar. Tentu pemilik kendaraan tak bisa mengklaim ganti rugi atas kehilangan jika dia hanya memegang karcis ilegal ataupun karcis buatan jukir sendiri.


Pihak UPDT Parkir Pemkot Surabaya sendiri tampaknya tak pernah melakukan pengawasan terhadap lahan-lahan parkir semacam ini. Mereka lebih suka mengambil jalan pintas dengan menggunakan sistem target. Dengan sistem ini, jukir setiap harinya harus setor sekian rupiah tanpa melihat jumlah karcis yang telah digunakan oleh para pengguna kendaraan.


Selain nantinya akan merugikan pemilik kendaraan karena tak bisa menuntut ganti rugi, sistem semacam inipun menimbulkan kebocoran retribusi parkir yang luar biasa. Ini tentu suatu kemunduran karena dulu pada awal tahun 2000-an atau tahun 90-an, Pemkot pernah gencar berupaya menekan tingkat kebocoran retribusi parkir ini dengan jalan mengadakan undian berhadiah karcis parkir, dan sistem parkir berlangganan.


Sebetulnya sejak tahun 2009 lalu sudah terbit Perda No.1 Tahun 2009 yang mengatur tentang kewajiban bagi pengelola parkir untuk memberikan ganti rugi untuk setiap kendaraan yang hilang. Namun Perda tersebut tak memiliki wibawa karena Pemkot tak serius menerapkan Perda itu di lapangan. Baru setelah ada putusan MA tentang masalah itu, Perda tersebut seolah memiliki payung hukum.


Selama ini memang para pengelola lahan parkir selalu membuat aturan kendaraan yang hilang ketika parkir di lahannya menjadi tanggungjawab pemilik kendaraan dan tak mendapatkan ganti rugi. Aturan semacam ini dituangkan pada papan pengumuman yang ditempel di tempat-tempat yang mudah dilihat di areal lahan parkir.





Tidak ada komentar: