Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Selasa, 27 Juli 2010

Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu tujuan favorit bagi sekolah-sekolah SD maupun TK di Surabaya untuk keperluan studi tour atau acara perpisahan bagi anak-anak didiknya. Selain memiliki nilai edukasi yang tinggi, KBS juga merupakan tempat wisata yang murah dan mudah dijangkau dari seluruh penjuru kota. Bahkan KBS juga menjadi tempat wisata keluarga yang populer baik bagi warga kota Surabaya maupun daerah-daerah lainnya di Jawa Timur. Kalau hari libur, pengunjung KBS selalu penuh.

Semuanya itu bisa terjadi karena lokasi KBS yang berada di tengah kota. Barangkali akan beda misalnya kalau lokasinya di pinggiran. Selain akses transportasinya susah, dengan lokasi yang jauh ongkos datang ke KBS akan menjadi lebih mahal. Maka sulit dibayangkan  KBS akan selalu ramai dengan pengunjung kalau lokasinya jauh di pinggir kota.

Sekitar tahun 90-an memang pernah ada wacana memindahkan KBS ke pinggiran kota. KBS yang baru disiapkan dengan desain Taman Safari. Namun wacana  ini disertai munculnya rumor kalau eks lahan KBS akan dijadikan pusat perbelanjaan, perkantoran atau hotel.

Jelas pemindahan lokasi mengurangi nilai lebih KBS. Selama ini ada anggapan wilayah tengah kota haruslah untuk pembangunan fasilitas bisnis superblok yang dipenuhi hutan beton yang padat dan menjulang tinggi. Yang namanya kebun binatang, taman, hutan kota harus  pindah ke pinggiran kota. Namun anggapan seperti ini terbukti tak menguntungkan perkembangan kota. Kota menjadi panas, sumpek, direcoki banjir, dan kemacetan lalu-lintas.

Dua Kali Pindah  Lokasi
Kebun Binatang Surabaya (KBS) adalah salah satu kebun binatang yang populer di Indonesia, yang berlokasi di jalan Setail No. 1 Surabaya. KBS  pernah menjadi yang terlengkap dan terbesar se-Asia Tenggara. Di dalamnya terdapat lebih dari 351 spesies satwa yang berbeda yang terdiri lebih dari 2.806 binatang. Termasuk didalamnya satwa langka Indonesia maupun dunia.

Kebun Binatang Surabaya (KBS) pertama kali didirikan berdasar SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 No. 40, dengan nama “Soerabaiasche Planten-en Dierentuin” (Kebun Botani dan Binatang Surabaya) atas jasa seorang jurnalis bernama H.F.K. Kommer yang memiliki hobi mengumpulkan binatang. Dari segi finansial H.F.K Kommer mendapat bantuan dari beberapa orang yang mempunyai modal cukup.
Susunan Pengurus Pertama Kebun Binatang Surabaya :

  • Ketua: J.P Mooyman
  • Sekretaris: A.H. de Wildt
  • Bendahara: P Egos, dibantu 6 orang anggotanya yaitu :
  1. F.C. Frumau
  2. A. Lenshoek
  3. H.C. Liem
  4. J. Th. Lohmann
  5. Edw. H. Soesman
  6. M.C. Valk
Awalnya pada tahun 1916 lokasi KBS berada di Kaliondo. Kemudian pada tanggal 28 September 1917 KBS pindah di jalan Groedo. Dan pada tahun 1920 pindah ke daerah Darmo untuk areal kebun binatang yang baru atas jasa OOST-JAVA STOOMTRAM MAATSCHAPPIJ atau Maskapai Kereta Api yang mengusahakan lokasi seluas 30.500 m2.

Untuk pertama kali pada bulan April 1918, KBS dibuka namun dengan membayar tanda masuk (karcis). Kemudian akibat biaya operasional yang tinggi, maka pada tanggal 21 Juli 1922 kebun botani / KBS mengalami krisis dan akan dibubarkan, tetapi beberapa dari anggotanya tidak setuju. Pada tahun ini pula. Dalam rapat pengurus diputuskan untuk membubarkan KBS, tetapi dicegah oleh pihak Kotamadya Surabaya pada waktu itu.

Pada tanggal 11 Mei 1923, rapat anggota di Simpang Restaurant memutuskan untuk mendirikan Perkumpulan Kebun Binatang yang baru, dan ditunjuk W.A. Hompes untuk menggantikan J.P. Mooyman, salah seorang pendiri KBS dan mengurus segala aktivitas kebun sebagai pimpinan. Bantuan yang besar untuk kelangsungan hidup pada waktu tahun 1927 adalah dari Walikota Dijkerman dan anggota dewan A. van Gennep dapat membujuk DPR Kota Surabaya untuk meraih perhatian terhadap KBS, dengan SK DPR tanggal 3 Juli 1927 dibelilah tanah yang seluas 32.000 m3 sumbangan dari Maskapai Kereta Api (OJS). Tahun 1939 sampai sekarang luas KBS meningkat menjadi 15 hektar dan pada tahun 1940 selesailah pembuatan taman yang luasnya 85.000 m2.

Alokasi Lahan di KBS
Hijauan dalam sangkar:3,1 ha   (20,7 %)
Hijauan luar sangkar:1,8 ha   (12 %)
Hijauan ruang terbuka:4,9 ha   (37,7 %)
Jalan:0,8 ha   (5,3 %)
Saluran air:0,2 ha (1,3 %)
Kolam dan bangunan:2,5 ha (16,7 %)
Sangkar satwa:1,7 ha (11,3 %)
Parkir:1 ha


Tidak ada komentar: