Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 25 Juni 2010

Relakan Kebun Bibit untuk Publik


                                                  Kemenangan PT.Surya Inti Permata atas Pemkot terhadap hak kelola Kebun Bibit di tingkat MA memang cukup mencemaskan. Taman di pusat kota yang amat langka ini terancam berubah peruntukan mengingat perusahaan itu adalah perusahaan real estate yang pekerjaannya membangun properti. Meski Dirut PT. SIP, Henry J Gunawan menjamin akan mempertahankan Kebuh Bibit sebagai ruang terbuka hijau, tapi masyarakat ragu. Sebagai perusahaan yang cenderung mengejar keuntungan, PT. SIP tak akan mendapatkan keuntungan apa-apa dari pengelolaan lahan terbuka hijau..

Meskipun perusahaan itu mengenakan pungutan terhadap pengunjung, sangat mungkin Kebun Bibit tak akan mampu memberikan keuntungan yang berarti bagi perusahaan sebesar PT. SIP. Di pihak lain masyarakat akan dirugikan. Selama ini Kebun Bibit telah menjadi tempat refreshing dan rekreasi gratis bagi warga kota. Kalau PT  SIP kemudian mengenakan pungutan itu artinya warga kehilangan hak untuk menikmati fasilitas publik secara gratis.

Lalu kenapa PT. SIP tidak merelakan saja lahan Kebun Bibit untuk tetap menjadi milik publik? Memang motivasi perusahaan ini mengambilalih pengelolaan Kebun Bibit masih misterius. Di benak masyarakat tentu saja motivasinya tak lain untuk membangun ruko. Karena itulah bisnisnya perusahaan real estate. Lalu bagaimana perusahaan itu bisa meyakinkan masyarakat akan tetap mempertahankan Kebun Bibit sebagai RTH?

Di sinilah pengorbanan seorang Henry J Gunawan ditantang.Toh ini tidak saja untuk kepentingan rekreasi sesaat warga kota tapi untuk menjaga agar kota ini dalam jangka panjang tetap memiliki lahan terbuka hijau yang memadai. Apa jadinya kalau semua lahan terbuka hijau di tengah kota dihabisi untuk pembangunan properti. Kota ini akan menjadi panas dan tak nyaman dihuni. Bukankah Henry J Gunawan orang Surabaya yang berkepentingan kotanya tetap nyaman?

Sebagai Ketua REI Jatim, posisi raja ruko ini tak main-main. Dia bukan hanya sekedar pemimpin sebuah perusahaan tapi menjadi tokoh publik yang memimpin para pengusaha perusahaan real estate di Jatim. Karena itu dia harus menjadi teladan agar para pengusaha real estate berkomitmen menjaga kelestarian  lingkungan dan tidak hanya sekedar mengejar kuntungan semata. Apa jadinya kalau nantinya Kebun Bibit berubah menjadi ruko? Bisa-bisa pengusaha real estat dicap sebagai perusak lingkungan hidup atau minimal sebagai perampas hak publik.

Reputasi Pemkot sebagai pengelola, paling tidak di bawah Tri Rismaharini, tak diragukan lagi pasti akan konsisten mempertahankan Kebun Bibit untuk sebesar-besarnya kepentingan publik. Karena taman-taman kota yang terbuka untuk umum dan gratis adalah karya Bu Risma ketika dia menjadi Kepala Dinas Pertamanan dan Ketua Bappeko Pemkot Surabaya. Karena itu kiranya lebih aman taman-taman kota tetap berada di bawah pengelolaan Pemkot. Jangan sampai lahan Kebun Bibit yang sudah banyak berkurang karena sebagian digunakan untuk pembangunan ruko, jadi habis tak tersisa.

Kalau dikelola swasta, pasti ujung-ujungnya ada gerilya untuk membujuk para pejabat Pemkot untuk memberikan izin mengubah peruntukan lahan itu. Sebagai gantinya, pihak pengembang akan memberikan iming-iming lahan yang jauh lebih luas di pinggiran kota. Kalau ini terjadi tetap saja publik yang dirugikan karena kalau lokasinya di pinggiran kota, mereka akan kesulitan melakukan akses. Artinya lahan baru hanya akan jadi hutan kota tapi tak dapat dimanfaatkan secara langsung oleh publik.

Tidak ada komentar: