Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 11 Juni 2010

Hasil Pilkada Digugat, Rakyat Jadi Korban

Gugat-menggugat hasil pilkada kembali terulang. Kali ini terjadi pada pilwali Surabaya yang dilakukan kontestan yang kalah, pasangan Cacak, Arief Affandi dan Adies Kadir. Berdasarkan pengalaman pada pilgub pada tahun 2008 lalu, paling tidak gugatan ini bisa membuat pelantikan Walikota  molor selama 3 bulan. Ini kalau gugatan Cacak untuk melakukan pemilihan ulang di 9 kecamatan dikabulkan Mahkamah Konstitusi. 


Kalau pelantikan molor, rakyat juga yang akhirnya dirugikan. Banyak urusan akan tertunda selama berbulan-bulan karena tiadanya Walikota yang definitif. Memang tidak semua urusan pemerintahan membutuhkan tandatangan Walikota. Namun untuk urusan yang sangat penting tetap membutuhkan tandatangan Walikota.Itulah sebabnya pemilihan ulang akan sangat merepotkan dan merugikan kepentingan rakyat.


Ketika Pilgub Jatim  digelar, KPU berhasil menyelesaikan penghitungan suara pada awal bulan Nopember 2008. Seharusnya Gubernur terpilih sudah bisa dilantik pada akhir bulan Nopember. Tapi karena ada gugatan dari calon yang kalah, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono, pelantikan ditunda dan harus dilakukan pemungutan suara ulang di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Setelah dalam pemilihan ulang pasangan Kaji tetap kalah, maka Soekarwo baru dapat dilantik pada tanggal 12 Pebruari 2009. Itu artinya pelantikan molor sekitar 3 bulan.


Kejadian serupa bisa saja terulang di Surabaya. Saat ini tim pasangan Cacak tengah melakukan gugatan seperti diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Cacak, Yunianto Wahyudi kepada pers. Dia menganggap telah terjadi kecurangan sistematis dan terstruktur dalam pelaksanaan pilwali. Sejumlah bukti pun siap dibawa dan dibeberkan ke MK. "Ini bukan tentang kekuasaan, tapi demi proses demokrasi," ucapnya didampingi Ketua Media Relations Cacak Taufik Rohman saat jumpa pers di Sekretariat Pemenangan Cacak, Jalan Comal, Surabaya, kemarin. 


Yunianto berasumsi, berdasarkan survei internal yang dilakukan tim Cacak sebelum pencoblosan, perolehan suara Cacak sekitar 36% sedangkan Risma 34%. Namun, kata Yunanto, karena terjadi kecurangan, Cacak kalah. Meski telah dilakukan penghituangan ulang terhadap coblos tembus dan ternyata Risma tetap menang, kubu Cacak tetap tak puas dan berniat mengajukan gugatan ke MK. Maka bagi mereka yang memiliki urusan dengan Pemkot, maka bersiaplah menghadapi penundaan sedikitnya tiga bulan.

Tidak ada komentar: