Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Sabtu, 19 Juni 2010

Andai Kapal Penyeberangan Semewah Itu!


Sekitar bulan Oktober tahun lalu, saya menghadiri resepsi pernikahan seorang famili di Kamal Madura. Untuk sampai ke sana saya memilih lewat Jembatan Suramadu dan pulangnya naik kapal penyeberangan. Ketika pulang itulah secara kebetulan saya mendapat tumpangan kapal yang cukup mewah fasilitasnya. Selain tempat duduknya berupa sofa-sofa panjang yang sangat empuk dan nyaman, ruangannya juga full-AC. Di sisi belakang kapal ada arena permainan anak-anak. Lalu di sampingnya ada cafe yang sangat bersih dan rapi. Di setiap sudut ada TV LCD layar lebar yang menayangkan acara-acara dari stasiun televisi swasta. Saking nyamannya fasilitas yang ada di kapal, sampai-sampai saya tertidur di sofa dan harus dibangunkan anak saya ketika kapal sudah sampai di Surabaya.

Selain fasilitasnya nyaman,  penumpang kapal itu pun tidak banyak sehingga ruangan masih cukup longgar. Begitu juga ketika saya lihat tempat untuk memarkir kendaraan ternyata ruangannya masih sangat longgar.  Di kapal ini beberapa "pramugari" cantik pun siap menyapa anda dengan ramah. Tentu saja ini tidak seperti ketika Jembatan Suramadu belum jadi. Tampaknya keberadaan Jembatan Suramadu cukup membuat jumlah penumpang kapal penyeberangan turun drastis.

Adanya kapal mewah ini tentu saja mengejutkan saya. Timbul sebersit pertanyaan, apakah pihak pengelola angkutan penyeberangan Surabaya-Kamal telah melakukan peningkatan layanan besar-besaran dengan mengganti kapal-kapal yang fasilitasnya seadanya dengan kapal-kapal mewah? Yang lebih mengejutkan lagi ternyata beaya penyeberangannya sangat murah Rp 6.000 untuk setiap motor. Wah ini tentu suatu kemajuan besar. Kapan lagi rakyat kecil dapat menikmati fasilitas yang semewah itu.

Namun yang mengecewakan ketika saya pada suatu ketika ingin mencoba kapal mewah itu lagi ketika hendak menyeberang ke Kamal, ternyata kapal itu tak menampakan batang hidungnya. Akhirnya sayapun terpaksa menggunakan kapal seperti yang dulu-dulu, tempat duduk yang keras, ruangan yang panas, televisi konvensional, dan layanan yang seadanya.

Selidik punya selidik ternyata memang kapal itu sebenarnya bukan untuk penyeberangan tapi untuk wisata tour Jembatan Suramadu. Kapal itu kapal Ferry biasa yang fasilitasnya dirombak sehingga menjadi lebih nyaman.Karena peminatnya masih jarang-jarang, maka kapal itu sering dimanfaatkan untuk penyeberangan. Karena itu tak mengherankan kalau suatu ketika kita menunggu di dermaga penyeberangan, kapal itu tidak muncul. Mungkin kapal itu sedang melayani tour Jembatan Suramadu.

Tidak ada komentar: