Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Sabtu, 22 Mei 2010

Tip Memilih Walikota


Pada tanggal 2 Juni  2010 seluruh warga Surabaya yang sudah memiliki hak pilih akan memilih Walikota di TPS-TPS. Ada lima pasangan Cawali-Cawawali yang siap dipilih. Siapkah anda dengan pilihan atau masih bingung? Berikut ini tip-tip untuk menentukan pilihan.



1. Sebelum menentukan pilihan kita harus lebih dulu meneliti secara seksama manakah di antara lima pasangan yang memiliki keinginan paling kuat untuk memajukan kota Surabaya. Sebab saat ini banyak politisi yang ingin menjadi pemimpin semata-mata karena dorongan menumpuk pundi-pundi hartanya saja. Karena itu warga kota pelu waspada terhadap tipe pemimpin semacam ini. Di negara-negara oriental seperti RRC, Korsel, Jepang, Taiwan, Korea Utara, Singapura, sebagian besar pemimpinnya memiliki dorongan yang kuat untuk memajukan bangsanya. Hasilnya dalam waktu singkat negara-negara mereka mengalami kemajuan yang luar biasa. Di indonesia kebanyakan pemimpinnya hanya ingin memajukan ekonominya sendiri. Hasilnya banyak pemimpin yang dalam waktu singkat menjadi kaya raya, negerinya dibelit korupsi, dan rakyatnya tetap miskin.
2. Simak bagaimana keterlibatan para pemimpin itu terhadap persoalan kotanya, bukan hanya dalam kata-kata, seminar atau diskusi saja tapi dalam perilaku sehari-harinya. Apakah dia aktif dalam gerakan untuk memberdayakan kalangan masyarakat bawah, kegiatan sosial, dan dapat masuk ke  berbagai lapisan masyarakat atau hanya asyik cuap-cuap di media massa, seminar atau diskusi publik saja.  Ini penting karena calon pemimpin yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kegiatan sosial pasti akan mengarahkan APBD untuk langsung memerangi kemiskinan, bukan untuk menalangi para pengusaha yang diambang kebangkrutan atau menggemukan para birokrat dengan membengkakan anggaran belanja rutin.
3. Bagaimana gaya hidup para Cawali dan Cawawali. Apakah mereka cenderung hidup bermewah-mewahan atau hidup sederhana. Kalau calon pemimpin suka bermewah-mewahan maka kota ini akan terus dibelit penyakit korupsi, Masalah kemiskinan dan pengangguran yang akut akan terabaikan, dan akan terjadi pemborosan keuangan daerah.
4. Pastikan apakah para Cawali-Cawawali memiliki keberanian dan ketegasan untuk bersikap dan bertindak.? Masalah utama negeri ini,  termasuk di kota ini adalah sudah beruratberakarnya korupsi. Penyakit ini menghinggapi lapisan tinggi birokrasi, DPRD dan kalangan penegak hukum. Dibutuhkan keberanian dan ketegasan untuk menumpas secara tuntas jaringan para korupsor dan mafia hukum. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang berani dan tegas.

Tidak ada komentar: