Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 24 Mei 2010

Puskesmas Mulai Terjangkit Komersialisasi

Masyarakat menengan bawah saat ini tampaknya harus bersiap-siap merogoh kocek yang lebih dalam bila berobat ke puskesmas. Bahkan sebagian besar dari mereka mungkin akan lebih suka mencari pengobatan alternatif karena tak sanggup lagi menanggung beaya pengobatan. Ini tak lain karena Dinas Kesehatan berancang-ancang menaikan tarif layanan puskesmas sampai 1000%. Kenaikan bakal tak terhindarkan kalau DPRD Surabaya menyetujui usulan yang diajukan Dinas Kesehatan.
Usulan kenaikan terjadi pada semua pos tarif. Kenaikan tertinggi diusulkan pada tarif layanan pemasangan alat KB implant atau susuk KB. Semula tarifnya sebesar Rp 25.000 per pasang implant, kini diusulkan naik menjadi sebesar Rp 280.000 per pasang implant atau naik sebesar 1.020%.

Usulan itu telah disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya ke DPRD Surabaya dan diharapkan bisa terlaksana pada 2010 ini. Alasan kenaikan disesuikan dengan naiknya harga bahan-bahan medis di pasaran.
Sedangkan usulan kenaikan biaya layanan lain di antaranya pemasangan alat KB IUD.  Semula tarifnya sebesar Rp 5.000 kini diusulkan naik menjadi Rp 25.000 per pasang IUD atau naik sebesar 400%. Biaya rawat luka ringan semula Rp 2.500 diusulkan naik menjadi Rp 8.000 atau naik 220%. (Selengkapnya lihat tabel)

Fatkur Rohman, anggota Komisi B DPRD Surabaya menilai usulan kenaikan tarif layanan itu  terlalu tinggi dan dikhawatirkan membenani warga. Apalagi kondisi mayoritas masyarakat Surabaya masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. “Orang miskin disuruh bayar layanan KB sebesar Rp 5.000 saja masih megap-megap, lha kok sekarang mereka diminta membayar Rp 25.000. Bisa-bisa mampus dia,” katanya, Rabu (12/5).

Menurut Ketua Komisi B Baktiono, puskesmas bukanlah lembaga yang harus mencari keuntungan. Lembaga ini milik pemerintah yang semua biaya operasionalnya ditanggung pemerintah melalui APBD dan APBN. Mulai biaya pembelian obat, alat kesehatan maupun gaji pegawainya. Tujuannya adalah mensejahterakan rakyat, terutama warga yang tidak mampu. 

Usulan kenaikan tarif itu memang perlu diwaspadai. Apakah ini merupakan pertanda pejabat di Dinkes mulai tak peduli terhadap kondisi masyarakat menengah bawah. Apakah mereka mulai melihat dinas yang dipimpinnya sebagai perusahaan yang harus mencari keuntungan sebesar-besarnya. Apakah mereka sudah tak peduli lagi dengan problem kependudukan yang membelit negeri ini. 

Di China saja ada program pengendalian kependudukan satu keluarga satu anak agar perkembangan penduduknya bisa ditekan. Pemerintah China terbukti sangat peka terhadap bahaya terjadinya ledakan penduduk. Kalau sampai masyarakat menengah bawah tak mau lagi ber-KB karena beayanya sangat mahal, tentu kondisi perekonomian negeri ini akan semakin runyam.
Usulan Kenaikan Tarif Puskesmas

Jenis Layanan                           Tarif lama                     Tarif baru         Kenaikan dalam %
-Pasang KB implant (susuk)      Rp 25.000                    Rp 280.000      1.020%
-Pasang KB IUD                      Rp   5.000                    Rp   25.000         400%
-Biaya rawat ringan                   Rp   2.500                    Rp    8.000          220%
-Biaya rawat luka berat             Rp   5.000                    Rp  20.000          300%
-Biaya devitalisasi pulpa gigi      Rp   2.500                    Rp  25.000          500%
-Biaya cabut gigi sulung Rp   2.500                    Rp    7.500          200%

Tidak ada komentar: