Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Senin, 24 Mei 2010

Pertahankan Puskesmas untuk Masyarakat Bawah


Selama ini masyarakat kalangan menengah bawah telah merasakan manfaat puskesmas di daerahnya masing-masing. Selain prosedur berobatnya tak ribet, warga kota juga senang berobat ke puskesmas karena tak khawatir terhalang beaya yang mahal. Namun ketenangan ini terusik ketika  ada rencana dari Dinkes untuk menaikan retribusi sejumlah item jasa layanan puskesmas. Lebih mencemaskan lagi kalau melihat latar belakang rencana kenaikan itu.

Seperti dikatakan Kadinkes, dr Esty Martiana Rachmie, saat ini tarif retribusi Puskesmas belum mampu menutupi biaya operasional Puskesmas, Pendapatan dari Puskesmas pada tahun 2009 hanya sekitar Rp 10 miliar. Padahal dana yang dikeluarkan pemerintah dalam APBD 2010 diplot sebesar Rp 236 miliar. (Senin, 24 Mei 2010).

Lalu apakah Puskesmas nantinya dituntut untuk bisa menutup beaya opersionalnya sendiri.  Bahkan bisa jadi tuntutan akan semakin tinggi, Puskesmas harus mampu membayai dirinya sendiri bahkan menghasilkan PAD.Kalau ini terjadi,  otomatis tarif pelayananya akan membumbung tinggi.dan tak mampu lagi dijangkau masyarakat bawah.

Sejak awal seharusnya eksistensi Puskesmas tidak dilihat dari sejauh mana kemampuannya untuk menutup beaya operasional atau bahkan bisa menghasilkan keuntungan. Kalau dilihat dari perkembangan harga obat dan tarif dokter yang semakin gila-gilaan akhir-akhir ini jelas  kita tak dapat berharap banyak dari Puskesmas. Puskesmas justru didirikan untuk membantu masyarakat yang tak mampu berobat ke rumah sakit, klinik atau dokter spesialis. Karena itu  yang namanya Puskesmas sudah pasti tekor.

Sangat keliru kalau ada pejabat yang masih berpikir hendak menjadikan Puskesmas sebagai instansi penghasil PAD. Yang seharusnya, Puskesmas adalah instansi yang menjalankan misi sebagai jaring pengaman sosial untuk warga kota yang tak mampu berobat ke dokter. Kinerja Puskesmas seharusnya tidak dinilai dari seberapa banyak pemasukan yang diperoleh tapi sejauh mana, Puskesmas dapat mengoptimalkan pelayanannya pada masyarakat bawah dengan beaya yang disediakan oleh pemerintah..

Pejabat pemerintaha  tidak perlu selalu berpikir segala kebijakannya harus menghasilkan uang. Karena fungsi mendasar dari pemerintah adalah meningkatkan kejahteraan, melayani dan melindungi warganya. Ada kalanya pemerintah harus mensubsidi kalangan warganya yang tidak mampu dan terpinggirkan dalam proses pembangunan. Apalagi di banyak negara, pemerintah mensubsidi beaya pendidikan dan kesehatan warganya.
Seharusnya dihindarkan adanya pretensi untuk menjadi puskesmas sebagai rumah sakit daerah yang komersial yang tarifnya seringkali jauh lebih mahal daripada rumah sakit swasta. Jangan sampai nantinya dengan adanya kenaikan tarif, warga dari kalangan bawah harus membawa surat pernyataan miskin dari pihak berwenang untuk mendapatkan layanan dari puskesmas.

Tidak ada komentar: