Headline News

Jembatan Suramadu Menggeliat, Pengembang Tawarkan Tower Superblok Water Front City

Foto: Lahan sedang diurug. surabayaraya.online surabayaraya.online: Setelah hampir sepuluh tahun Jembatan Suramadu dibangun, peru...

Jumat, 21 Mei 2010

Pengguna Internet Melonjak, Media Cetak Makin Tergencet


Dalam 1,5 dasawarsa terakhir ini, media cetak (majalah,dan koran) tampak semakin terdesak. Mereka tidak saja banyak kehilangan pembaca tapi juga kehilangan iklan yang menjadi sumber utama kehidupannya.
Kalau pada awalnya mereka terpinggirkan karena kehadiran media televisi, saat ini mulai muncul internet yang secara bertahap akan semakin mengkerdilkan posisi media cetak. Selain menyajikan informasi-informasi dan berita-berita hangat yang bisa diakses setiap saat oleh siapapun secara gratis, media-media online juga menyediakan jasa pasang iklan dengan tarif murah dan durasi yang panjang, bahkan seringkali pula gratis. Mereka dapat melakukan hal tersebut karena mereka tidak perlu membeli kertas yang semakin mahal harganya.
Berdasarkan pengamatan di lapangan pengguna internet makin lama semakin banyak. Tidak ada data yang bisa memastikan berapa persisnya pengguna internet di Surabaya.Tapi dengan melihat begitu menjamurnya usaha warnet di mana-mana dan begitu antusiasnya warga mengunjungi internet, bisa dipastikan terdapat lonjakan pengguna internet secara tajam.
Melalui internet warga masyarakat tidak hanya bisa berkomunikasi dengan mudah tanpa halangan geografis tapi juga dapat mengiklankan usahanya. Saat ini kita bisa melihat banyak blog, jejaring sosial seperti facebook yang dimanfaatkan warga kota untuk mengiklankan usahanya secara gratis. Bukankah ini bakal menjadi ancaman serius bagi media cetak  yang hidupnya ditopang pendapatan iklan.
Sebelumnya pembaca media cetak telah digerogoti media televisi. Mereka yang semula berlangganan koran atau majalah, beralih ke media televisi. Untuk dapat membaca majalah atau koran secara rutin, warga harus mengeluarkan uang yang cukup besar setiap bulannya. Namun untuk mengakses informasi yang sama di televisi, warga tak perlu mengeluarkan uang. Bahkan mereka bisa mendapatkan berita-berita yang sedang hangat sepanjang hari mulai dari pagi, siang, sore, malam, atau bahkan dini hari. Hal yang tak bsia diberikan oleh media cetak. Pada saat inilah banyak media cetak yang gulung tikar dan harus tutup. Yang masih bertahanpun tak bisa sebesar yang dulu.
Sekarang internet datang menawarkan hal yang serupa dengan televisi. Kelebihan internet, informasi yang disajikan bisa diklik ulang sampai beberapa hari kemudian. Sedangkan kalau untuk televisi, sekali tayang tak bisa lagi diakses. Apakah dengan demikian media cetak akan semakin terpuruk.

Tidak ada komentar: